Di Balik Film Bangka I’m in Love, Ternyata Ada Kerja Keras Siswa-siswi SMK Negeri 1 Sungailiat yang Minim Apresiasi

Keterangan foto: para kru film Bangka I'm in Love dari kalangan siswa-siswi serta alumni SMK Negeri 1 Sungailiat.

Adapun tugasnya sebagai asisten sutradara ialah menulis ‘shot list’, yakni pengaturan adegan film, dan penataan syuting serta dialog para aktor dan aktris.

Selain itu Lusia juga mengungkapkan suka-duka selama proses pembuatan film yang dikerjakan selama tiga minggu tersebut.

“Suka dukanya, sih, nambah pengalaman. Banyak dapat teman baru. Terus lokasinya juga lumayan jauh, ada di daerah Puput di perkebunan itu. Cuacanya juga, kadang panas, kadang hujan. Jadi lumayan ribet juga. Karena kameranya kan harus terlindungi,” ujar gadis remaja yang bercita-cita menjadi sineas profesional itu.

Selain Lusia, siswi SMK Negeri 1 Sungailiat lainnya bernama Dina Syahfitri juga mengaku senang bisa ikut terlibat dalam pembuatan film Bangka I’m in Love.

Siswi kelas XI itu diplot sebagai desainer grafis yang bertugas membuat poster film sekaligus mempromosikannya ke berbagai jaringan media sosial.

“Sukanya dapat pengalaman yang pertama kali dapat. Nambah teman dan waktu luang yang bermanfaat,” ungkap Dina sesama siswi jurusan multimedia secara singkat.

Namun, di balik prestasi yang berhasil diraih oleh keduanya, ternyata baik Lusia maupun Dina sama sekali belum mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Padahal keduanya mengungkapkan sangat antusias dan bersemangat sekali mengasah kemampuannya di dunia sinematografi secara lebih mumpuni lagi.

“Untuk itu, sih, belum ada (penghargaan dari pihak sekolah-pen),” akui Dina.

Meski begitu, keduanya pun mengatakan tak akan patah arang walau kerja keras mereka belum mendapat apresiasi penuh.

Mereka tetap menggantung harapan agar suatu saat kelak sektor perfilman lokal bisa diperhatikan lebih serius oleh para pemangku kebijakan, sehingga dapat menampung dan mengarahkan anak-anak muda berbakat seperti mereka menjadi lebih produktif.

“Harapannya semoga perfilman di Bangka Belitung lebih maju lagi, dan banyak anak muda dapat membuat film tentang Bangka lebih banyak lagi,” harap Lusia mewakili rekan-rekannya sesama kru dari SMK Negeri 1 Sungailiat, baik yang masih berstatus pelajar maupun yang sudah alumni.

Tak lupa juga keduanya mengucapkan terima kasih kepada Lavanaa Indonesia selaku pihak vendor yang telah merangkul mereka untuk berpartisipasi dalam pembuatan film Bangka I’m in Love.

“Sedikit tambahan, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Lavanaa Indonesia yang sudah mau menarik kami untuk terlibat secara penuh dalam penggarapan film tersebut,” tutup keduanya.

Exit mobile version