Adakan Konferensi Pers, Pimpinan DPC HNSI Bangka Putuskan Tetap Bela Aspirasi Nelayan Sungailiat

  • Bagikan
Berita Terkini Batam
Konferensi Pers oleh segenap Pimpinan Pengurus DPC HSNI Bangka, di Kafe Diamond Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (18/10/2021) malam.

Bangka Belitung, Owntalk.co.id — Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka mengadakan konferensi pers pada Senin (18/10/2021) malam yang bertempat di Kafe Diamond, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Konferensi pers yang dihadiri oleh segenap pimpinan DPC HNSI Bangka yaitu Saidil Maulana selaku sekretaris, Fega Erora selaku bendahara, dan ketiga wakil ketua lainnya yakni Budiono SH, Tomy Suparman, serta Heri Ramadhoni itu untuk menyatakan sikap HNSI terkait polemik penyempitan alur muara Jelitik Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang selama ini menjadi jalur lalu lintas melaut bagi nelayan setempat.

“Rapat pimpinan HNSI malam ini memutuskan jumpa pers kepada awak media untuk mempublish perihal kondisi muara Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) saat ini terkait penyempitan alur muara yang membuat para nelayan sangat memprihatinkan kondisinya,” ucap Saidil.

Ia juga menyebutkan meski rapat pleno malam hari ini tidak dihadiri Lukman selaku Ketua DPC HNSI Bangka, namun pimpinan organisasi yang hadir lainnya telah bersepakat untuk meminta pertanggung jawaban Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Gubernur Erzdi Rosman, atas penghentian pengerukan alur muara Jelitik.

Saidil berkata dikarenakan saat ini terdapat 800 hingga 900 perahu dengan estimasi 2400 nelayan yang menggantungkan hidupnya di muara tersebut, maka dia berharap gubernur dapat secepatnya menuntaskan tuntutan nelayan Sungailiat yang menginginkan alur muara Jelitik itu bisa kembali normal seperti sediakala.

Sementara itu Budiono SH selaku Wakil Ketua I DPC HNSI Bangka yang membidangi urusan hukum dan advokasi nelayan mengatakan akibat dari keputusan gubernur yang telah mencabut izin beroperasi PT Pulomas tersebut sangat berimbas terhadap aktivitas ekonomi nelayan setempat.

Baca Juga :

Ia juga menegaskan kalau sikap yang telah diambil oleh DPC HNSI Bangka ini murni untuk memperjuangkan nasib nelayan.

“Jadi dalam hal ini kita tidak dalam porsi mendukung suatu perusahaan. Tapi hari ini kita bicara solusi bagaimana nelayan bisa beraktivitas normal kembali,” tegas Budiono.

  • Bagikan