DPC HNSI Bangka sendiri, tutur Saidil, dalam waktu dekat ini akan membawa masalah tersebut ke rapat internal organisasi.
“Saya sebagai sekretaris akan mencoba membawa hal ini ke dalam mekanisme organisasi, lalu mempertanyakan sikap wakil-wakil mengenai langkah selanjutnya yang akan kita berikan terkait tindakan-tindakan individual yang dilakukan oleh oknum HNSI,” tegas Saidil menutup pembicaraan.
Sebelumnya dikabarkan bahwa terdapat logo HNSI Bangka dari tiga organisasi yang diduga mendukung kegiatan penambangan timah ilegal di perairan Teluk Kelabat Dalam, Dusun Mengkubung, yang telah berulang kali ditolak oleh masyarakat nelayan setempat.
Baca Juga :
- PT Artha Gemah Lestari Diduga Abaikan Perundingan Bipartit, Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum ke PHI dan Disnaker
- Polres Karimun Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari Dua Kasus, Tegaskan Komitmen Perangi Peredaran Gelap
- Bupati Karimun Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia Senilai Rp1,9 Miliar
Mengutip tintaberitababel[dot]com edisi Kamis (14/10/2021), Lukman, S. Pd selaku Ketua DPC HNSI Bangka membenarkan adanya dukungan dari organisasi yang dia pimpin itu.
“Itu kita benarkan. Itu kita bersama Astrada, dan itu atas perintah panglima kita; pak Johan Murod,” ujar Lukman mengakui.

