Puluhan Warga Negara Afghanistan Gelar Aksi, Minta di Deportasi ke Negara Ketiga

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Batam, Owntalk.co.id – Puluhan Imigran Warga Negara Afghanistan yang berada di Kota Batam. Menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Batam, mereka meminta untuk di Deportasi ke negara lain seperti Amerika, Australia, New Zealand dan Canada.

Para pencari suaka tersebut sebelumnya telah mengajukan surat ke United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Namun, hingga saat ini belum mendapat kepastian dari lembaga tersebut. Karena, selama berada di Indonesia sekitar 7 tahun, mereka sama sekali tidak bisa melakukan apapun termasuk mencari pekerjaan.

Salah satu perwakilan warga Negara Afghanistan, Ali Akbar menuturkan, pihaknya berkumpul di depan gedung DPRD Kota Batam untuk meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia agar bisa di Deportasi ke Negara lainnya.

“Kami disini ingin meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk bisa mendeportasi kami ke Negara lain. Sebab, sejak tahun 2013 sikitar 600 warga Afghanistan yang berada di Kota Batam. Tidak bisa melakukan hal apapun termasuk mencari pekerjaan,” ungkapnya.

Lanjut Ali Akbar, sebelumnya pihaknya telah mengadukan hal tersebut ke Imigrasi Kota Batam, namun tak kunjung mendapatkan kepastian.

“Selama disini kita sudah mendapatkan bantuan dari International Organization for Migration (IOM). Kita juga sudah meminta bantunan ke pihak Imigrasi Batam namun juga tidak mendapatkan kepastian,” jelasnya, Rabu (22/09/2021).

Ali Akbar juga menjelaskan, selama tinggal di kota Batam mereka telah menetap di Hotel Kolekta, Lubuk Baja, kota Batam. Lalu karena sudah terlalu lama tidak mendapat kepastian mereka mengadukan hal tersebut. Sebab, mereka tidak menginginkan adanya tragedi bunuh diri dari pengungsi.

“Karena sangat lama tidak mendapat kepastian, ada 14 pengungsi yang depresi dan berujung mengakhiri hidupya. Salah satunya di kota Batam dan Tanjung Pinang,” pungkasnya.

Baca Juga :

Setelah itu salah beberapa perwakilan dari Warga Negara Afganistan masuk dan bertemu dengan anggota DPRD Kota Batam. Hasil dari pertemuan tersebut, anggota DPRD Kota Batam akan menyurati instansi terkait untuk memperhatikan para pengungsi dan memberi kejelasan untuk masa depannya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto mengatakan, pihaknya telah mendengarkan keluhan dari para pengungsi. Mereka, meminta untuk diberikan kepastian tentang masa depannya.

“Jika berbicara aturan memang sehatusnya ini menjadi tanggung jawab instansi terkait. Namun, karena ia melihat dari segi kemanusiaan, ini sangatlah memprihatinkan. Kita akan menyurati Imigrasi kota Batam, meminta pemerintah untuk memberikan kejelasan tentang masa depan mereka,” ujarnya.

Budi menambahkan, pihaknya juga akan mempertanyakan persoalan tersebut ke pihak Imigrasi dan IOM. Sebab para pengungsi tersebut berada di wilayah kota Batam mengapa pengawasanya dilakukan oleh Imigrasi tanjungpinang.

“Kita akan menanyakan hal tersebut, kenapa pengawasan mereka dilakukan oleh Imigrasi tanjungpinang. Sedangkan mereka berada di wilayah kota Batam dan menyangkut kemanusiaan,” tutupnya. (Haykal)

  • Bagikan