Sepuluh Personil Polda Kepri Resmi Menyandang Gelar Magister Hukum

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Batam, Owntalk.co.id – Sepuluh orang personil Polda Kepri resmi menyandang gelar Magister Hukum. Hal tersebut didapatkan setelah 46 Mahasiswa di Universitas Batam (Uniba) menuntaskan bidang Program Studi (Prodi) Magister (S2) Ilmu Hukum Fakultas Hukum Tahun Akademik 2020/2021.

Selain ke-10 personel Polda Kepri itu, ada 16 orang Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Batam bidang Prodi Magister (S2) Kenotariatan Fakultas Hukum yang di Yudisium. Agenda resmi tersebut digelar di ruangan Auditorium Rumengan Hall Universitas Batam, Sabtu (11/9/2021) siang, sekira pukul 14.00 WIB.

Rektor Universitas Batam, Dr. Ir. Chablullah Wibisono, mengatakan, Magister (S2) yang di Yudisiumkan ada dua Prodi, yakni Ilmu Hukum dan Kenotariatan Fakultas Hukum dengan total 62 orang.

“Ada 16 orang Mahasiswa Prodi Kenotariatan Fakultas Hukum dan 46 Mahasiswa Ilmu Hukum gelar akademik yang di Yudisiumkan hari ini,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Dekan Hukum, Dr. Idham SH., MKn, menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang dinyatakan lulus Tahun Akademik 2020/2021.

“Selamat kepada para Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Batam yang Yudisium pada hari ini. Kami bangga kepada yang di Yudisium hari ini, semoga ilmu-ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan diterapkan,” tuturnya.

Salah seorang perwakilan personel Polda Kepri AKP Feliks Mauk mengatakan, sebagai profesi yang mengemban fungsi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), mengayomi, dan melindungi masyarakat. Serta penegakan hukum, maka Magister Ilmu Hukum sangat tepat diemban oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Para peserta yang megikuti yudisium merumpun ilmu hukum semua. Magister Ilmu Hukum itu sangat tepat diemban oleh personel Polri dalam hal pelaksanaan tugas sehari-hari untuk penegakan hukum. Selain itu, kita juga memberikan pembinaan dan pengayoman kepada masyarakat agar sadar hukum dan taat dengan peraturan Perundang-undangan maupun segala aturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :

Lanjut Feliks, pendidikan tidak akan ada habisnya dan tidak pernah mati. Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk mengejar yang namanya pendidikan.

“Pendidikan tidak pernah tumpul, tidak kenal usia dan tidak kenal tahun, dia akan terus berkembang sehingga dalam menjaga penegakan hukum di masyarakat berjalan sesuai apa yang kita harapkan dalam terciptanya ketertiban masyarakat terkhusus di Kota Batam,” tutupnya.

  • Bagikan