BIN Daerah Jatim Lakukan Serbuan Vaksinasi Dosis Ke-2 di Trenggalek

  • Bagikan
Berita Terkini Batam
Kabinda Jatim, Marsma TNI Rudy Iskandar (kiri) didampingi Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin sedang lakukan pengecekan vaksinasi door to door di Desa Sengon, Kamis (2/9)

Trenggalek,Owntalk.co.id – Kepala BIN Daerah (KABINDA) Jawa Timur, Marsma TNI Rudy Iskandar kembali lakukan serbuan vaksinasi dosis ke-2 di Kabupaten Trenggalek, setelah masyarakat mendapatkan vaksin dosis ke-1 sebulan lalu.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua ini. Menurutnya, ini cukup membantu Pemkab dalam progres pencapaian target vaksinasi di Kabupaten Trenggalek.

Karena Badan Intelejen Negara Daerah Jawa Timur, tidak hanya membantu vaksinasi dosis ke-1 saja melainkan juga untuk dosis ke-2 dengan jumlah yang sama.

“Kami sangat berterima kasih terhadap BIN yang telah melakukan serbuan vaksinasi dosis ke-1 dan berkomitmen terhadap dosis ke-2 di Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya.

Bupati Arifin juga menjelaskan, ini merupakan salah satu bentuk gotong royong. Dimana semua elemen mendukung kebijakan Presiden RI, bahwa salah satu upaya untuk bisa hidup dengan Covid 19 adalah harus meningkatkan imunitas melalui vaksinasi.

“Ini yang sangat kami syukuri. Selain itu BIN juga mau bersusah payah untuk door to door menjangkau masyarakat di daerah yang aksesnya cukup jauh dari fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga :

Kegiatan ini tambah Bupati Arifin, juga selaras dengan kegiatan pemerintah yang menyelenggarakan vaksinasi secara grebek desa. Atau berbasis komunal atau berbasis desa untuk mempercepat target vaksinasi.
 
“Sasaran vaksinasi dosis 2 ini masih sama dengan dosis 1 yang dilakukan pada Agustus lalu, MTs N 1 Trenggalek, Ponpes Qomarul Hidayah dan Desa Sengon, Kecamatan Bendungan. Dan jumlah vaksin yang divaksinkan juga tetap sama dua ribu vaksin dosis 2,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah Jawa Timur, Marsma TNI Rudy Iskandar menuturkan, proses vaksinasi dosis pertama satu bulan yang lalu berjalan aman dan lancar.

“Jadi pelaksanaan vaksinasi tahap pertama sudah kita laksanakan satu bulan yang lalu dan ini vaksinasi untuk dosis yang ke-2,” jelasnya.

Kabinda juga berpesan, meskipun telah divaksin bukan berarti bebas seperti sebelum pandemi. Protokol kesehatan tetap wajib dilakukan dan menerapkan 5M kapanpun dan dimanapun. (Sar) 

  • Bagikan