Batam, Owntalk.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusulkan rencana pembelian unit kapal baru saat pembahasan APBD murni di Dprd Kota Batam. Mendengar usulan tersebut Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam mempertanyakan alasan Pemko Batam tentang rencana pembelian Kapal tersebut. Karena usulan tersebut masuk di tengah situasi pandemi Covid 19, maka, menjadi perdebatan yang cukup panjang dalam pembahasannya.
Pemko Batam yang saat ini sudah memiliki tiga kapal operasional beralasan, karena dua unit kapal yang dimiliki saat ini sudah rusak dan hanya tersisa satu kapal saja yang masih bagus.
Koordinator Banggar Dprd Kota Batam Aman S.Pd., menuturkan, pihaknya mendengar usulan dari pemko Batam untuk pembelian satu unit kapal operasional baru. Karena itu, pihaknya mempertanyakan alasan Pemko Batam mengusulkan pembelian tersebut ditengah situasi pandemi Covid 19.
“Dalam pembahasan APBD murni memang itu disampaikan dan kami di Banggar juga mempertanyakan hal tersebut ke bagian umum Pemko Batam,” ungkapnya kepada Kantor Berita Owntalk.co.id, pada Rabu (11/08/2021).
Baca Juga :
- Bakau Panaran Diratakan: Nama Pandi dan Ayong Mencuat di Balik Proyek
- Jalin Silaturahmi Ramadan, PLN Batam Gelar Buka Puasa Bersama Jurnalis
- Pasca Insiden di Perairan ASL, PT Pradana Samudra Pastikan Penanganan Kapal Tugboat Berjalan Maksimal
Lanjut Aman, Pemko Batam yang saat ini sudah memiliki tiga kapal beralasan. Karena, dua kapal yang dimiliki Pemko sudah rusak dan tidak bisa digunakan, jadi hanya tersisa satu kapal saja yang bisa menjadi kapal operasional.
“Alasannya pemko mengajukan adalah, saat ini Pemko sudah memiliki tiga kapal. Dua kapal menurut mereka sudah tidak layak pakai dan hanya tinggal satu kapal yang masih bagus. Kalaupun harus perawatan maka mereka mengatakan dibutuhkan biaya perawatan yang tinggi,” jelasnya.
Aman juga mengatakan, karena situasi saat ini pandemi Covid 19 mengapa kita tidak memaksimalkan yang ada terlebih dahulu. Sebaiknya kita melakukan perwatan dan memperbaiki yang ada terlebih dahulu. maka dengan begitu ketiga kapal tetap bisa berfungsi dengan baik dan itu telah menjadi telaahnya banggar.
“Kalau untuk membeli transportasi baru dengan anggaran 10 atau 15 Milyar, apalagi ditengah kondisi saat ini sangat tidaklah memungkinkan. Sebab, kita membutuhkan anggaran tersebut untuk membantu masyarakat di tengah situasi Covid 19. Baik itu dalam konteks penanganan Kesehatan, pemulihan ekonomi masyarakat atau pendidikan,” tuturnya.
Aman juga menjelaskan, pihaknya juga menanyakan apakah dengan pembelian kapal baru tersebut. anggaran perawatan kapal lama masih ada atau tidak. Namun, Pemko mengatakan masih ada biaya untuk perawatan kapal lama. Jadi kalau anggaran itu masih ada kenapa harus membeli kapal baru. Jika dua kapal yang dianggap tidak layak tidak lagi bisa diperbaiki. Kenapa tidak dilelang saja untuk menambah KAS daerah.
“Kalau kapal yang lama ini masih ada biaya seharusnya tidak beli yang baru. Ataupun yang baru ingin dibeli dua kapal sebelumnya sebaiknya dijual agar dapat menambah Kas daerah. Itu adalah alterntif yang kita sampaikan. Jadi pilihan mereka saat rapat Banggar tetap ingin membeli yang baru, awalnya anggaran yang diajukan adalah 15 Miliyar. Namun setelah dibahas dikurang menjadi 10 Miliyar,” tutupnya. (Haykal)
