Lantaran Jadi Kurir Narkoba, Kakek 75 Tahun Ini Dihukum Mati

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Jakarta, Owntalk.co.id – Hukuman mati telah dijatuhi kepada kakek Isnardi (75) lantaran mengedarkan narkotika. Hukuman mati ini ditetapkan oleh Mahkamah Agung yang selaras dengan putusan yang dijatuhkan oleh majelis tinggi dan pengadilan tingkat pertama.

Kasus ini bermula saat kakek Isnardi bersama sopir Ali berangkat dari Babalan menuju Kota Tebing Tinggi dengan Daihatsu Grand Max. Namun saat melewati Jalan Megawati, Binjai Timur, Kota Binjai, anggota kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut menghentikan kendaraan sang kakek kemudian melakukan penggeledahan.

Saat digeledah ditemukan paket ban yang berisi sabu yang diketahui merupakan titipan dari Adi. Kakek Isnardi dan Ali tidak berkutik. Keduanya kemudian diadili secara terpisah.

Pasa sidang 23 Maret 2020, kakek Isnardi telah divonis hukuman mati oleh PN Binjai, hukum ini pun kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan pada 20 Mei 2020.

“Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama yang menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Permufakatan Jahat Tanpa Hak atau Melawan Hukum Menjadi Perantara Dalam Jual Beli Narkotika Golongan I Dalam Bentuk Bukan Tanaman Beratnya Melebihi 5 (lima) Gram’ sebagaimana dalam dakwaan primer, telah tepat dan benar sesuai dengan fakta-fakta yang diperoleh dari alat-alat bukti yang diajukan di persidangan, oleh karena itu Pengadilan Tinggi dapat menyetujui dan mengambil alih pertimbangan-pertimbangan majelis hakim tingkat pertama tersebut menjadi pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam mengadili perkara ini dalam tingkat banding,” kata majelis tinggi yang diketuai Sahman Girsang dengan anggota Erwan Munawar dan Ahmad Ardianda Patria.

Baca Juga :

Kuasa hukum Isnardi sebelumnya telah meminta hukuman ringan, mengingat terdakwa sudah lanjut usia serta sakit-sakitan dan masih memiliki tanggungan istri yang sudah renta. Namun arguemn ini ditolak oleh hakim PN dan PT.

Bahkan Mahkamah Agung pun juga menolak pengajuan kasasi oleh pihak Isnardi

“Tolak (kasasi),” tulis putusan MA sebagaimana dilansir website MA, Senin (26/7). (Ir)

  • Bagikan