Akhirnya Pemerintah Resmi Melarang WNA Masuk ke RI

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Jakarta, Owntalk.co.id – Dalam rangka menekan penyebaran virus covid-19, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk ke wilayah RI selama PPKM Level 3 dan 4.

Kebijakan itu tertulis dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 dan diterapkan mulai 21 Juli. Hal ini diumumkan langsung oleh Yasonna H. Laoly, Menteri Hukum dan HAM pada Rabu (21/7)

Yasonna menyebutkan RI hanya mengizinkan lima kategori WNA yang diperbolehkan untuk masuk ke wilayah RI semasa PPKM, yaitu

  1. Pemegang visa diplomatik dan visa dinas
  2. Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas
  3. Pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap
  4. Orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan, misal dokter untuk menangani Covid
  5. Petugas kemanusiaan, misal awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

“Pekerja asing yang dikecualikan pun harus mendapatkan rekomendasi dari kementerian/lembaga terkait. Selain itu, mereka yang dibolehkan masuk harus mengikuti protokol kesehatan, seperti sudah divaksinasi, serta mengikuti tes swab PCR, baik saat datang maupun sebelum selesai karantina,” kata Yasonna dalam keterangan pers, Rabu (21/7).

“Dengan demikian, tenaga kerja asing yang sebelumnya datang sebagai bagian dari proyek strategis nasional atau dengan alasan penyatuan keluarga kini tak bisa lagi masuk ke Indonesia sebagaimana diatur dalam peraturan ini,” lanjut Yasonna lagi.

Perluasan pembatasan orang asing yang masuk ke Indonesia ini dilakukan dalam rangka menekan penyebaran COVID-19. Yasonna juga menjelaskan bahwa kebijakan ini memiliki toleransi selama dua hari untuk larangan WNA masuk ke RI.

“Mengapa transisi dua hari? Karena baru hari ini kami umumkan, tentu tidak fair ada orang sedang proses terbang, tidak mungkin langsung kita deportasi,” kata Yasonna.

“Saya sudah koordinasi dengan Ibu Menlu tentang hal ini juga. Jadi saya kira, kebijakan ini akan kita terapkan tentunya dengan ketat, dengan harapan bahwa kita bisa menangani pandemi dengan baik,” tambahnya.

  • Bagikan