Jakarta, Owntalk.co.id – Sebanyak 200 tabung oksigen yang merupakan bantuan dari negara Singapura untuk kota Solo hingga kini belum bisa digunakan. Hal ini lantaran ratusan tabung tersebut masih terhalang birokrasi.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, tabung oksigen tersebut telah tiba pada Sabtu (17/7) namun masih tertahan di Bea Cukai Bandara Adisumarmo.
Ahyani juga menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, bantuan dari negara lain harus diterima melalui pusat terlebih dahulu, yang mana merupakan Kementerian Kesehatan.
“Itu masih tertahan di Pabean. Karena itu kan aturannya harus mengikuti ketentuan dari pusat. Kalau dari luar negeri itu harus melalui dari pusat dulu dan yang menerima pemerintah pusat dulu baru diserahkan ke pemerintah kota,” jelasnya.
Maka, hingga saat ini rincian bantuan dari Singapura itu belum dapat dipastikan apakah bantuan berupa liquid atau tabung biasa.
Oleh karena itu, Ahyani berharap pemerintah bisa segara menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Pemerintah pusat harus memberikan kebijakan untuk mempercepat ini,: katanya
Baca Juga :
- Pemerintah Luncurkan Logo Resmi HUT Ke-81 RI, Angkat Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
- BP Batam Sambut Investasi Firmus Technologies, Batam Kian Kokoh Jadi Pusat Infrastruktur AI Asia Tenggara
- DPD KNPI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Iman Sutiawan: KNPI Harus Jadi Wadah Pemersatu Pemuda di Bumi Segantang Lada
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, membenarkan bahwa tabung oksigen tersebut masih tertahan di Bandara.
“Saat ini tabung oksigen masih berada di terminal logistik dan masih menunggu pengambilan dari Dinas Kesehatan Solo,” ungkapnya. (Ir)

