Jakarta, Owntalk.co.id – Sebanyak 200 tabung oksigen yang merupakan bantuan dari negara Singapura untuk kota Solo hingga kini belum bisa digunakan. Hal ini lantaran ratusan tabung tersebut masih terhalang birokrasi.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, tabung oksigen tersebut telah tiba pada Sabtu (17/7) namun masih tertahan di Bea Cukai Bandara Adisumarmo.
Ahyani juga menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, bantuan dari negara lain harus diterima melalui pusat terlebih dahulu, yang mana merupakan Kementerian Kesehatan.
“Itu masih tertahan di Pabean. Karena itu kan aturannya harus mengikuti ketentuan dari pusat. Kalau dari luar negeri itu harus melalui dari pusat dulu dan yang menerima pemerintah pusat dulu baru diserahkan ke pemerintah kota,” jelasnya.
Maka, hingga saat ini rincian bantuan dari Singapura itu belum dapat dipastikan apakah bantuan berupa liquid atau tabung biasa.
Oleh karena itu, Ahyani berharap pemerintah bisa segara menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Pemerintah pusat harus memberikan kebijakan untuk mempercepat ini,: katanya
Baca Juga :
- Konflik TPU Perigi Batu Belanjut, Aweng Kurniawan Dorong Perosoalan Dibahas di RDPU DPRD Batam
- Siasat Sunyi Sang Komandan: Membaca Jatuhnya Benteng Penyadapan dan Strategi Balik Istana
- DPD IMM Kepri Apresiasi Langkah Tegas Bareskrim, Minta Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Transparan
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, membenarkan bahwa tabung oksigen tersebut masih tertahan di Bandara.
“Saat ini tabung oksigen masih berada di terminal logistik dan masih menunggu pengambilan dari Dinas Kesehatan Solo,” ungkapnya. (Ir)

