Jakarta, Owntalk.co.id – Kasus dugaan Korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (Benur) akan menuju ke titik akhir, pasalnya terdakwa kasus ini, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan dijadwalkan menghadapi sidang tuntutan pada Selasa (29/6) hari ini.
Selain Edhy, lima terdakwa lain yaitu staf khusus Edhy, Andreau Misanta Pribadi dan Safri; Sekretaris Pribadi Edhy, Amiril Mukminin; staf pribadi istri Edhy, Ainul Faqih; dan pemilik PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadhi Pranoto Loe juga akan menjalani sidang tuntutan.
“Betul, sidang tuntutan pak Edhy,” ujar pengacara Edhy.
Sidang ini akan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarat Pusat.
Baca Juga :
- Merawat Tradisi, Iman Sutiawan Lepas Lomba Sampan Layar Pulau Terong Cup 2026
- Bupati Karimun Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Daerah
- Rocky Marciano Bawole Nahkodai PBVSI Karimun, Siap Bangkitkan Prestasi Voli Daerah
Edhy dalam kasus ini telah didakwa menerima suap sebesar Rp 1,12 miliar dan Rp 24.625.587.250,00 untuk percepatan proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin Benih Bening Lobster kepada para eksportir.
Sedangkan sekretaris pribadi dan staf khusus Edhy diketahui menerima US$77.000 dari pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito. (Ir)

