Memanas Lagi, Hubungan Gubernur dan Wagub Kepri Paska Pelantikan Pejabat Teras

  • Bagikan
Berita Terbaru Gubernur Kepri
Dok. Ansar dan Marlin saat penyampaian visi misi calon Gubernur dan wakil gubernur.

Batam, Owntalk.co.id – Hubungan antara gubernur Kepri dan wakil Gubernur Kepri diisukan mulai memanas lagi. Pasalnya, ketidak hadiran Wagub Kepri, Marlin Agustina dalam pelantikan pejabat strategis di lingkungan Pemprov di nilai sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan Gubernur yang tak melibatkan dirinya dalam pengangkatan sejumlah kepala dinas.

Sumber Kantor Berita Owntalk menyebutkan bahwa beberapa pejabat teras di lingkungan Pemprov Kepri yang dilantik merupakan orang-orang pilihan Gubernur, Ansar Ahmad.

” Kami meyakini bu Marlin tidak dilibatkan dalam proses pemilihan Kadis-Kadis atau plt Sekda yang baru dilantik itu. Hemat kami, itu yang membuat Bu Marlin enggan menghadiri pelantikan tersebut,” kata Sumber Owntalk yang enggan menyebutkan namanya.

Baca Juga :

Kerenggangan justeru diperparah dengan adanya pernyataan Gubernur yang mengatakan di beberapa media masa bahwa dirinya telah menghubungi Wagub sebanyak dua kali. Namun tidak direspon.

” Pernyataan itu dikeluarkan ke publik seperti mempertontonkan aura ketidak harmonisan kedua nya dan diumbar kepada masyarakat. ini kan tak etis. pak gub seperti menyudutkan Bu Marlin,” lanjut dia.

Ketidak harmonisasan keduanya pun semakin terlihat nyata, paska staf khusus Gubernur Kepri, Basyarudin Idris yang mengupload foto spanduk berlatar belakang Walikot, Wakil Walikota Batam dan Wakil Gubernur Kepri tanpa melibatkan Gubernur Kepri di laman facebooknya.

dalam status tersebut, Basyarudin menuliskan caption ” Pak Gubernur lg bekerje,tak sempat nak befoto.

Salahsatu spanduk yang terpasang di pelantar Tanjung Riau. (Foto : Fb Tok Om)

Spanduk tersebut yang kemudian diketahui dipasang di pelantar Tanjung Riau memang tidak menyertakan foto Ansar Ahmad sebagai Gubernur Kepri.

baru empat bulan bersama memimpin Kepri, Keretakan Ansar – Marlin pun semakin terlihat menganga. Sebelumnya, April 2021, Ormas Perpat yang menjadi simpatisan Marlin mengancam akan mendemo Gubernur Kepri jika tidak komitmen dengan janji politiknya.

Ada beberapa pihak menyebutkan bahwa isu pecah kongsi kedua pimpinan Kepri tersebut dimulai dari dugaan persoalan jabatan kursi Sekretaris Daerah dan beberapa jabatan kepala dinas. Namun saat itu, Basyarudin Idris langsung mematahkan dugaan yang mengarah pada tuduhan itu.

Menurut Idris saat itu, isu-isu yang menyebut adanya keretakan pada pasangan Ansar-Marlin, dibuat oleh lawan-lawan politik yang ingin mengambil keuntungan pribadi. (Haikal)

  • Bagikan