Terbongkar! Ternyata 97.000 Data PNS Bodong, Kok Bisa?

  • Bagikan
Berita Terkini Batam
foto: owntalk

Jakarta, Owntalk.co.id – Sejak Indonesia merdeka, data PNS baru dimutakhirkan sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2002 dan 2014 silam. Pendataan pertama pada 2002 dilakukan secara manual dan memakan biaya yang cukup besar serta waktu yang lama.

“Itu dilakukan melalui pendataan ulang pegawai negeri sipil (PUPNS) dengan sistem yang masih manual. Diperlukan waktu yg lama dan biaya yg sangat besar untuk melakukan PUPNS yang pertama tahun 2002,” ujar Bima Haria Wibisana selaku Kepala Bidang Kepegawaian Negara (BKN).

Bima mengatakan dengan proses pendataan manual yang sedemikian lama, Data PNS pun banyak yang ditemukan palsu.

“Proses yang mahal dan lama itu tdk menghasilkan data yang sempurna, masih banyak yang perlu dimutakhirkan, dilengkapi, bahkan masih banyak juga data-data yang palsu,” katanya.

Pendataan data PNS kedua pada tahun 2014 dilakukan secara Elektronik dan dilakukan oleh pegawai PNS itu sendiri bukan dilakukan oleh Biro kepegawaian, Biro SDM, BKD, BKPP maupun BKPSDM.

“Hasilnya apa? Ternyata hampir 100 ribu atau tepatnya 97 ribu data itu misterius. Dibayarkan gajinya, membayar iuran pensiun, tapi tidak ada orangnya,” jelas Bima dalam acara virtual, Senin (24/5/2021).

Bima kemudian menjelaskan bahwa pada Juli mendatang akan kembali dilakukan pendataan ulang PNS yang bisa dilakukan oleh masing-masing ASN.

Dalam kesempatan ini pun, Bima meluncurkan aplikasi My SAPK BKN untuk mempermudah PNS dalam memperbarui data mereka secara mandiri. Menurutnya, dengan kehadiran aplikasi ini, kinerja sistem pelayanan kepegawaian menjadi tanggung jawab dari para PNS itu sendiri.

Baca Juga:

Data-data yang diperbarui mencangkup data personal, riwayat jabatan, riwayat pendidikan dan diklat/kursus, riwayat SKP, riwayat penghargaan (tanda jasa), riwayat pangkat dan golongan ruang. Juga riwayat keluarga, riwayat pengajuan masa kerja (PMK), riwayat pindah instansi, riwayat CLTN, riwayat CPNS/PNS dan riwayat organisasi.

“Pada hari ini kita akan melaunching aplikasi My SAPK untuk memutakhirkan data mandiri. Jadi pemutakhiran data mandiri ini bisa melihat data anda sekaligus memperbaikinya. Bahkan, anda bisa memutakhirkannya setiap waktu terjadi perubahan data tanpa perlu menunggu,” tutup Bima. (Juni Z)

  • Bagikan