Akibat Ilmu Santet, Seorang Petani Ditemukan Tewas

  • Bagikan

Sumenep, Owntalk.co.id – Bunabi (68) merupakan seorang petani di Desa Kalinganyar, Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep ditemukan tewas di kebunnya sendiri.

Kasus pembunuhan ini diketahui terjadi pada Minggu (16/5). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sang istri dengan kondisi penuh luka dan langsung melaporkannya ke polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Kangean bersama Unit Resmob dan Team Jokotole Polres Sumenep langsung memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. 

Dari hasil pemeriksaan, diketahui, pembunuhan dilakukan oleh empat orang. Para pelaku ialah Ahwan (45) dan Kailani (58) keduanya merupakan warga Desa Torjek, Kangean. Kemudian Mansur (31), warga Desa Ankatan, Kecamatan Arjasa. Dan yang terakhir adalah Siti Marwiyah (51), warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa.

Baca Juga :

Siti dilaporkan menjadi otak dibalik peristiwa pembunuhan tersebut. Siti memiliki dendam dan merasa sakit hati kepada korban, usai suaminya meninggal dunia. Siti menuduh bahwa suaminya telah dibunuh oleh korban melalui santet. Hal ini dijelaskan oleh Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti pada Rabu (19/5/).

“Motifnya karena korban diduga punya ilmu santet, ia sakit hati dan dendam karena suaminya meninggal dunia dan menduga disantet korban,” jelas Widiarti.

Dengan motif tersebut, Siti kemudian mengutus ketiga rekannya untuk membunuh korban dengan imbalan yang dijanjikan masing-masing sebesar Rp15 Juta.

Widiarti menjelaskan, korban tewas mendapatkan sejumlah luka di leher, lengan dan sejumlah bagian di kepala. Para tersangka diketahui menganiaya dan memukul korban dengan potongan bambu dan kayu.

“Dipukul para tersangka dengan potongan bambu. Dua kali kena di leher dan lengan kiri. Dan di kepala bagian belakang serta wajah,” jelas Widiarti.

“Para tersangka kami kenakan Pasal 338 KUH Pidana Subs. Pasal 170 KUH Pidana Subs. Pasal 354 ayat (2) KUH Pidana Subs. Pasal 351 ayat (3) KUHP Pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal,” tandas Widiarti. (Ir)

  • Bagikan