Ramadhan Ke – 16, Jangan Lupa Titipkan Doa Untuk Orang Tua Kita

  • Bagikan
Yan Fitrihalimansyah

Ramadhan adalah bulan terbaik dari 11 bulan lainnya. Bulan maghfirah penuh dengan doa-doa yang di Ijabah oleh Allah SWT.

Jika punya hajatan atau keinginan yang masih tertunda, mintalah di bulan suci ini, Allah punya banyak pintu untuk mengabulkan nya.

“ Terutama kepada ibu / bapak yang telah tiada, titipkan rapalan-rapalan doa untuk mereka, mintalah tempat terbaik untuk mereka di sisi Allah SWT,” Pesan Yan Fitri Halimansyah melalui aplikasi WhatsApp nya. Rabu, (28/4/2021).

Yan menyebutkan bahwa kedua orangtuanya adalah malaikat tak bersayap baginya di dunia. Ayahnya, Umar Bin Zakaria telah meninggal saat dirinya masih kecil, tinggalah sosok ibunya, Siti Halimah Tusakdiah binti Muhammad Bachri yang membesarkan Yan seorang diri.

Dari sela-sela jemari keriput yang mengurus Yan itulah dia berhasil menjadi orang besar. Yan meyakini, sepanjang hidup Alamarhumah, rapalan doa telah banyak dilantunkannya kepada Allah, hingga doa-doa itu menembus dan menggoyang Arasy Allah.

“ Doa-doa Ibulah yang menghantarkan saya menjadi orang seperti hari ini,” jelas Yan

Ibu Yan Fitri, meninggal pada Tahun 2016 silam pada usia 92 Tahun. Ketika itu, Yan merasakan kerinduan yang memuncak didalam sanubarinya. Hingga kini, jika rindu pada ibunya, Yan selalu mengunjungi makam Siti Halimah Tusakdiah di Tanjungpinang, seraya memanjatkan tahlil dan tahmid disana.

Sebuah pengalaman spiritual tentang hal itu bisa dipetik dari kitab Irsyad Al’Ibaad, adalah seseorang bermimpi dalam tidurnya melihat ahli kubur keluar dari liang kuburnya. Mereka memungut sesuatu, namun ia tak mengerti apa yang mereka pungut.

Ia juga terheran-heran karena salah satu dari ahli kubur itu hanya duduk dan tak ikut memungut.

Lalu ia mendekatinya dan bertanya, “Apa sesungguhnya yang mereka pungut?”

Si ahli kubur itu menjawab, “Mereka memungut hadiah yang diberikan orang-orang Muslim [yang masih hidup] berupa bacaan Alquran, sadaqah, dan doa.

“Orang itu bertanya lagi, “Mengapa Anda tak ikut memungut?”

Si ahli kubur menjawab, “Aku sudah merasa cukup karena aku sudah dikirimi anakku setiap hari dengan bacaan Alquran. Saat ini anakku berjualan kue di pasar.”

Ketika terjaga, orang yang bermimpi itu bergegas ke pasar. Ia menemui dan menanyakan apa yang dilakukan si pemuda yang disebut ahli kubur dalam mimpinya tersebut.

“Aku baca Alquran ketika berziarah kubur, dan aku hadiahkan buat orang tuaku,” jawab si pemuda tersebut.

Kisah tersebut mengandung hikmah bahwa doa yang diharapkan almarhum tentunya berasal dari orang yang paling dekat, yakni anaknya. Ini menjadi bentuk bakti si anak kepada orang tua ketika kedua orang tua itu sudah meninggal.

Semoga kita terus menjaga kedua orang tua kita ketika masih hidup, dan mendoakan mereka setelah mereka tiada. (Ack)

  • Bagikan