Jakarta, Owntalk.co.id – Pemberantasan korupsi di tanah air saat ini tengah dikejutkan dengan adanya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), terhadap kasus kakap korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yang menyeret nama Sjamsul Nursalim. Sjamsul merupakan pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasionak Indonesia (BDNI).
Dalam konferensi pers, di jalan Kuningan Jakarta Selatan. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, “Hari ini kami akan mengumumkan penghentian penyidikan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka SN (Sjamsul Nursalim).” ujar Marwata, (1/4/2021).
Baca Juga :
- Prabowo Tegas Bantah Sumbang Dana USD 1 Miliar untuk Board of Peace
- Prabowo Perkuat Diplomasi Idulfitri, Jalin Silaturahmi dengan Pemimpin Negara Muslim
- Direktur Diduga Buat Surat Pengunduran Diri Karyawan, Sengketa PT Ghaniyyah Indoteknik Maritim Kian Memanas
Sebelumnya dalam kasus BLBI, Sjamsul Nursalim telah ditetapkan sebagai tersangka bersama istrinya Itjih Nursalim. Tersangka diduga menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus BLBI yang terindikasi merugikan keuangan negara Rp. 4,58 Triliun.
Keputusan SP3 tersebut menjadi hal yang pertama kali dilakukan KPK, dari sejak KPK berdiri tahun 2003 lalu. (Dodi)

