Jakarta, Owntalk.co.id – Munculnya perdebatan mengenai kandungan babi yang terdapat di dalam vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca, membuat wakil presiden Indonesia angkat bicara.
Dalam wawancaranya Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, hal tersebut bukanlah sebuah problem selama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan boleh.
Baca Juga: Rekor Melulu! Kasus Baru Covid-19 di Tanah Air Terus Meningkat
“Sebab halal atau tidak pun MUI bilang boleh, apalagi kalau itu memang halal, jadi lebih boleh,” tuturnya
Walaupun ada perdebatan tentang kandungan babi dalam vaksin tersebut dan unsur halal atau tidaknya vaksin yang diberikan kepada masyarakat hal itu dapat dikesampingkan.
“Karena vaksin AstraZeneca walaupun tidak halal tapi sudah boleh, apalagi kalau ada penjelasan memang itu tidak mengandung unsur babi, menjadi lebih boleh. Sehingga tidak menjadi persoalantentang kebolehannya,” Jelas Ma’ruf Amin saat meninjau vaksinasi Covid-19.
- Dari Keluarga Sederhana, Lajuan Roma Ukir Prestasi Karate untuk Karimun
- Ketua Wuamesu Ende Tegaskan Maju Calon Ketua PK NTT, Dorong Mubes VII Berjalan Bersih dan Demokratis
- Reses Ketua DPRD Kepri di Tembesi Lestari, Bahas Soal Tertib Administrasi Hingga Link & Match SMK-Industri
- DPD IMM Kepri beri Apresiasi Dua Tokoh Kepri atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Keamanan
- Pembangunan Musala Amal Insan Dimulai, Ketua DPRD Kepri Tinjau Peletakan Batu Pertama
Sebelumnya, Asrorun Ni’am Sholeh, Ulama dan akademisi Indonesia mengatakan vaksin tersebut boleh digunakan karena beberapa alasan.
Pertama pandemi saat ini merupakan kondisi darurat yang mengharuskan semua masyarakat memperoleh vaksin tersebut. Selain karena kondisi darurat yang mengharuskan penggunaan vaksin. pernyataan para ahli tentang adanya risiko bahya apalabila tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19 juga menjadi penunjang kebolehan penggunaan vaksin jenis ini.
