Jakarta, Owntalk.co.id – Jack Dorsey seorang CEO Twitter saat ini sedang lakukan lelang tweet pertamanya sebesar USD 2,5 juta. Dan dikatakan, hasil lelangnya ini akan digunakan untuk donasi amal.
Meski lelangnya ini belum berakhir, Dorsey sudah mengumumkan bahwa hasil dari lelang tersebut akan digunakan untuk amal.
Lelang tersebut akan berakhir pada 21 Maret mendatang. Dorsey mengumumkan, hasil lelang tersebut akan digunakan untuk amal yang akan didonasikan ke Give Directly’s Africa Response Fund.
Seiring dengan naiknya popularitas mata uang kripto, CEO Twitter ini menjual tweet pertamanya sebagai item kripto.
- Daya Saing Batam Kian Kompetitif, Investasi Triwulan I 2026 Melonjak Lebih dari 100 Persen
- Batam Makin Hijau! PLN Batam Tambah 3 SPKLU Ultra Fast Charging, Charge Mobil Listrik Kini Hitungan Menit
- Pemkab Karimun Serahkan LPj APBD 2025, Catat Surplus dan Kondisi Keuangan Stabil
- Rutan Karimun Perkuat Pelayanan Publik Melalui Program “Sapa Masyarakat”
- Polres Karimun Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Melalui Apel Sabuk Kamtibmas
Saat ini, tawaran tertinggi lelang tersebut dipegang oleh Sina Estavi, selaku CEO Bridge Oracle. Dengan tebusan USD 2,5 juta atau sekitar Rp 36 miliar, Sina bersedia membeli tweet bersejarah tersebut.
Hasil lelang yang diadakan CEO Twitter ini akan langsung tercatat di blokchain sesuai dengan aturan mata uang kripto.
Objek yang dilelang kali ini merupakan tweet bersejarah Jack Dorsey, yang ia tulis pada 21 maret 2006 lalu. Tweet yang bertulisan “Just setting up my twttr.” ini menjadi objek Non-Fungible Token (NFT) yang direkam oleh block chain.
NFT sendiri merupakan barang kolektor langka yang dinilai sangat bberharga. Namun, NFT tidak bisa ditukar dengan NFT lain tetapi bisa diuangkan atau menjadi aset lain.
Objek milik CEO Twitter Jack Dorrey yang dijual sebagai NFT, bersertifikat digital unik yang menyatakan siapa pemilik sebuah foto, vidio, atau bentuk media daring lainnya.
Pembeli dari objek tersebut nantinya akan menerima sartifikat yang telah ditandatangani secara digital dan diverifikasi oleh CEO Twitter tersebut.
(Jul)
