Ini Anjuran UNICEF Jika ingin membuka kegiatan belajar di Sekolah Kembali

berita terkini batam
Korea Selatan membuka kembali kegiatan belajar ditengah pandemi COVID-19. AP/Kim Jun-beom(foto: owntalk)

Jakarta, owntalk.co.id – Demi mencegah penyebaran virus corona, berbagai negara memberlakukan pembatasan sosial (social distancing). Segala bentuk kegiatan yang berpotensi menciptakan kumpulan manusia dalam jumlah banyak (apalagi di ruangan tertutup) dilarang.

Salah satunya adalah aktivitas belajar-mengajar di sekolah. Sudah berbulan-bulan siswa harus belajar mandiri di rumah karena sekolah diliburkan.

Meski perkembangan teknologi membuat siswa tetap bisa belajar dari jarak jauh, tetapi menjadi sulit diberlakukan bagi anak-anak usia dini atau anak berkebutuhan khusus. Bagi mereka (dan banyak siswa lainnya), belajar di ruang kelas dengan panduan bapak-ibu guru adalah yang terbaik.

Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk kesejahteraan anak (UNICEF) sudah mengeluarkan panduan bagi negara yang ingin membuka kembali kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Panduan tersebut terdiri dari tiga tahap yaitu sebelum pembukaan, memasuki proses pembukaan, dan ketika pembukaan sudah dilakukan.

Pada masa pra-pembukaan, berikut hal-hal yang harus disiapkan:
1. Menyusun panduan yang jelas mengenai indikator pembukaan sekolah. Pembukaan bisa dimulai dari daerah dengan risiko paling rendah. Pembukaan juga bisa dilakukan secara bertahap, dari mulai pembatasan hari masuk sekolah atau tingkat-tingkat tertentu terlebih dulu.
2. Menyusun panduan yang jelas mengenai penegakan social distancing di sekolah.
3. Menyusun panduan yang jelas mengenai protokol kesehatan dan kebersihan yang tetap harus dijaga di sekolah.
4. Merevisi porsi kehadiran dalam penentuan nilai pelajaran.
5. Perlindungan terhadap staf pengajar yang berisiko tinggi karena faktor usia dan kondisi kesehatan, serta menyusun rencana untuk menggantikan guru yang belum bisa mengajar.
6. Menyusun kebutuhan pendanaan untuk peningkatan kualitas kebersihan sekolah.
7. Membangun fasilitas tanggap darurat seperti shelter, unit kesehatan, lokasi karantina, dan sebagainya.
8. Menyediakan pelatihan bagi guru untuk mendukung proses belajar dari jarak jauh.
9. Menyusun perubahan kalender akademik yang memasukkan berbagai skenario di bidang kesehatan.
10. Memastikan pembayaran gaji para guru tetap utuh dan mampu menopang hidup layak.
11. Memberi bantuan dana kepada sekolah yang terdampak pandemi virus corona.
12. Anak-anak dari kelompok termajinalkan layak mendapatkan mendapatkan prioritas akses pendidikan.

Mendikbud Tegaskan Informasi Kegiatan Sekolah Buka Juli Mendatang Tidak Benar

Sementara ketika memasuki proses pembukaan kembali, panduan yang ditekankan oleh UNICEF adalah:
1. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dari sekolah kepada siswa, orang tua murid, dan masyarakat.
2. Meningkatkan pasokan air bersih ke sekolah, termasuk peningkatan kualitas sanitasi.
3. Memberi pelatihan kepada guru dan staf sekolah untuk menegakkan social distancing dan praktik hidup bersih.
4. Menyusun prosedur apabila siswa, guru, atau staf sekolah merasa kurang sehat dengan meningkatkan koordinasi dengan otoritas kesehatan setempat.
5. Merevisi biaya sekolah.
6. Melengkapi pengetahuan guru untuk membimbing siswa dalam aspek kesehatan mental dan psikososial.
7. Menerapkan pembelajaran skala besar untuk meningkatkan tingkat literasi anak-anak usia dini dan anak-anak berkebutuhan khusus.
8. Menyusun asesmen risiko untuk guru yang dengan kondisi tertentu (lanjut usia atau memiliki kondisi medis).
9. Memberi keringanan biaya sekolah jika dimungkinkan.
10. Menyusun langkah spesifik untuk mendukung siswa perempuan.

Kemudian ketika sekolah sudah dibuka lagi, UNICEF memberi panduan sebagai berikut:
1. Menyusun model pembuatan keputusan kapan sekolah bisa ditutup dan dibuka kembali.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembersihan sekolah.
3. Meningkatkan penggunaan pembersih tangan dan masker kain.
4. Meningkatkan investasi di bidang pembelajaran jarak jauh untuk mempersiapkan diri jika nantinya sekolah perlu ditutup kembali.
5. Mempertimbangkan untuk menunda ujian dan jika memungkinkan seluruh siswa boleh naik kelas.
6. Mengembangkan metode pembelajaran inovatif misalnya metode belajar online.
7. Menginformasikan segala hal mengenai pandemi virus corona kepada siswa secara jelas, akurat, dan mudah dipahami. Hindari siswa dari ketakutan yang berlebihan.
8. Prioritaskan dukungan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus.
9. Pastikan materi pembelajaran dapat diakses oleh siswa dengan keterbatasan. (CNBC)

Exit mobile version