Batam, Owntalk.co.id – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (13/04/2020) terlihat mengantri menanti pembagian nasi bungkus. Pemberinya adalah Manajemen Hotel Beverly Inn dan Yayasan Moggallana Indonesia.
Andry Sie, perwakilan Hotel Beverly Inn dan Yayasan Moggallana Indonesia menjelaskan, pembagian Nasi bungkus kepada para Ojol tersebut terkait adanya wabah virus Corona. Dengan adanya Pandemi Covid-19, orderan para ojek online menurun. Pembagian paket nasi bungkus diharapkan bisa bisa meringankan beban para Ojol.
“Ini kegiatan rutin Hotel Beverly Inn dan Yayasan Moggallana Indonesia setiap hari selama Pandemi Covid-19. Sasarannya untuk Ojol ataupun masyarakat terdampak Covid-19 lainnya yang membutuhkan makan siang, silahkan datang di Hotel Beverly Inn Batam Center pada pukul 11.30 wib,” Ujar Andry kepada Owntalk.co.id.
Kegiatan pembagian nasi bungkus tersebut, lanjut Andry, berlangsung setiap hari sejak tanggal 31 Maret 2020, hingga waktu yang tidak ditentukan, selama wabah Corona melanda. Tidak dipungkiri hampir semua sektor ekonomi terkena dampak besar,
namun itu bukan alasan bagi para pengusaha untuk tidak turun tangan menyalurkan bantuan. Jika negara mempunyai masalah, kita wajib untuk turut membantu semampu kita.
“Untuk menghadapi Pandemi Covid-19 ini dibutuhkan kepedulian dari kita semua khususnya para pengusaha. Seandainya setiap hari kita membagikan 600 bungkus Nasi selama Pandemi Covid-19 berlangsung, coba bayangkan jika 100 pengusaha bergerak, maka tidak ada lagi kelaparan bagi warga Batam yang ekonominya terganggu akibat virus Corona ini,” Tegasnya.
Bagi Beverly Hotel Grup, saling membantu merupakan suatu kewajiban, apalagi dalam menghadapi wabah virus Covid-19, bukan hanya menjadi tanggungjawab Negara, namun menjadi tanggungjawab bersama seluruh warga negara.
Kegiatan pembagian nasi bungkus tersebut disambut gembira oleh para pengemudi ojek online.
“Alhamdulillah membantu perekonomian saya, karena sejak ada pandemi Covid-19, kami para ojol juga terdampak. Saat ini untuk mendapatkan Rp50.000 per hari saja berat,” kata salah satu pengemudi Ojek Online. (Leuwalang).
