
Batam, owntalk.co.id – Berbagai serikat Buruh dikota Batam menyampaikan aspirasi Penolakkan nya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Omnibus Law yang telah rampung disusun oleh Pemerintah. Jumat, (13/3/2020).
Penolakkan itu disampaikan seluruh perwakilan buruh Batam kepada Anggota Komite lll, DPD RI perwakilan Kepri, Ria Saptarika.
Ria Saptarika dalam resesnya bersama buruh banyak menerima Penolakkan sejumlah poin yang ada dalam RUU Cipta kerja tersebut.
“Banyak poin dalam RUU Cipta Kerja itu yang sangat merugikan pekerja di Batam,” kata Masmur Siahaan , salah satu perwakilan buruh Batam.
Salahsatu poin yang sangat merugikan bagi buruh kata dia, adalah tiadanya sanksi pelanggaran untuk pengusaha ketika melakukan pelanggaran terhadap hak-hak dari pekerja.
Tak hanya itu, dia melanjutkan bahwa Pemerintah juga nantinya akan memangkas besaran pesangon yang wajib dibayarkan pengusaha jika melakukan pemutusan hubungan kerja.
Sementara itu, Nef salah satu ketua buruh di Batam juga menyebutkan RUU Cipta Kerja Omnibus Law ini Sebagai warisan Cilaka untuk anak cucu.
Dia menyebutkan bahwa banyak sekali klausul atau pasal-pasal yang terdapat di RUU Cipta Kerja tersebut merugikan pekerja.
“ Perjuangan kami menolak RUU ini, karena kami tak mau RUU ini menjadi warisan cilaka bagi anak cucu,” Kata dia
Dia menyebutkan, bahwa jika RUU Cipta Kerja ini disahkan maka pengusaha nantinya hanya membayarkan gaji sesuai Upah Minimum Pekerja (UMP).
“ Jadi, jika nantinya ini disahkan, maka perJanuari 2021 pekerja buruh di Batam hanya memperoleh UMP bukan UMK, jika besaran UMK hari ini mencapai Rp. 4.100.000, maka nantinya di UMP hanya akan mendapatkan Rp. 3.090.000,-, ini artinya perekonomian akan melemah dan daya beli masyarakat akan menurun,” kata Nef.
Sementara itu, Syaiful Badri mendorong DPD untuk menolak keseluruhan RUU Cipta Kerja dan dikembalikan kembali kepada Pemerintah.
“ Jika memungkinkan, Cabut klausul-Klausul (pasal-pasal) yang merugikan pekerja, atau kembalikan kepada pemerintah untuk dibahas ulang dan melibatkan pekerja,” Kata dia
Reses yang digelar di Restoran Puas Hati itu, Ria Saptarika banyak mendengar dan menulis masukkan dari buruh-buruh tersebut.
Dia berjanji akan membawa masukkan-masukkan dari buruh itu pada pembahasan lanjutan ditingkat Nasional.
Para serikat buruh tersebut pun sempat memberikan rekomendasi mereka kepada Ria Saptarika secara tertulis. (Ack)

