Momen Haru saat Iman Sutiawan Beri Santunan ke Keluarga Daeng Sewang

Momen Haru saat Iman Sutiawan Beri Santunan ke Keluarga Daeng Sewang

Batam, owntalk.co.id - Wakil Ketua DPRD Kota Batam Iman Sutiawan SE, MM memberikan santunan kepada keluarga Daeng Sewang, Ahad (22/9). Penyerahan bantuan tersebut dilakukan usai acara Gunting Pita memasuki rumah baru Daeng Sewang yang beralamat di Perum Palem Raya Tanjungsengkuang.

Daeng Sewang yang menerima bantuan uang tunai tersebut tampak berseri-seri bahagia dan tidak henti hentinya mengucapkan terima kasih atas perhatian wakil rakyat tersebut. "Terima kasih, terima kasih,' ujarnya.

Iman Sutiawan yang saat itu turut didampingi Ketua Baznas Kota Batam Moch Arief, Ketua Umum Kerukunan Keluarga (KKT) Kota Batam Arifuddin Jalil, serta sejumlah pengurus KKT Batam, tokoh dan warga Tanjungsengkuang mengatakan, pihaknya turut prihatin atas kondisi yang ada alami oleh keluarga Daeng Sewang. Menurutnya, pemerintah harus hadir dan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu. "Sebaiknya segera dilaporkan ke pemerintah," ujarnya.

Iman juga berterima kasih kepada BAZNAS Kota Batam yang telah turut serta memberikan kontribusi nyata dengan memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni keluarga Daeng Sewang tersebut. "Ya, kita berterima kasih kepada BAZNAS, serta KKT Batam yang sangat peduli dengan masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Ketua Baznas Kota Batam Moch Arief mengatakan, pihaknya selalu merespon cepat ketika mendapat laporan dari masyarakat. "Sudah banyak warga yang kita bantu. Ya, semoga bisa meringankan beban masyarakat," katanya.

Sekedar diketahui, selama ini keluarga Daeng Sewang hidup bersama isterinya bernama Tarduni dengan menggunakan rumah yang tidak layak huni di kawasan Tanjung Sengkuang. Rumah yang dihuni hanya beratapkan plastik getah, berdinding kayu, dan berlantaikan tanah yang dialas dengan tikar plastik ala kadarnya. Sementara istrinya terbaring sakit sejak 14 tahun yang lalu. Keluarga Daeng Sewang hanya hidup dengan memelihara ayam kampung, serta berkebun dengan menanam ubi dan sayur-sayuran. Usianya yang sudah memasuki tahun 60 an, tidak memungkinkan lagi bekerja sebagaimana mestinya. Atas inisiatif pengurus KKT Kota Batam untuk menggalang dana, maka berhasil membangun rumah berukuran 4x5 meter.***