Batam, Owntalk.co.id — Kemacetan yang terjadi setiap pagi di Simpang Mujahidin, Kecamatan Sei Beduk, menjadi sorotan serius Anggota DPRD Kota Batam Dapil Sei Beduk, Anwar Anas dari Fraksi Gerindra.
Masalah ini kerap dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian, menimbulkan ketidaknyamanan, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil peninjauan dan laporan masyarakat, kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Tingginya volume kendaraan saat jam berangkat kerja.
- Aktivitas lebih dari 2.000 siswa SMK Negeri 3 Batam, sebagian besar menggunakan sepeda motor.
- Sekitar 1.000 siswa Fajar Ilahi yang diantar kendaraan pribadi.
- Lebih dari 600 siswa SD Mujahidin yang juga diantar orang tua di jam yang sama.
Untuk merespons kondisi tersebut, Anwar Anas bersama Kapolsek Sei Beduk, IPTU Alex, mengunjungi SMK Negeri 3 Batam pada Senin pagi (4/8).
Dalam kunjungan tersebut, mereka berdialog dengan Kepala Sekolah, Agus, dan menyampaikan imbauan penting mengenai tertib berlalu lintas dan kesadaran kolektif mengurai kemacetan.
Sebelum penyampaian imbauan oleh pihak kepolisian, Anwar Anas sempat berdialog langsung dengan sekitar 1.800 siswa yang hadir pagi itu. Ia mendorong para pelajar untuk ikut berpikir dan terlibat dalam mencari solusi atas kemacetan yang mereka alami setiap hari.
Beberapa gagasan menarik pun muncul dari para siswa, antara lain:
- Datang ke sekolah lebih awal untuk menghindari jam padat.
- Menggunakan jalur alternatif bila memungkinkan.
•Berjalan kaki bagi yang tinggal tidak terlalu jauh. - Menggunakan sepeda sebagai moda transportasi efisien dan ramah lingkungan.
“Solusi tidak selalu harus datang dari kebijakan besar. Terkadang, perubahan kecil dari kebiasaan sehari-hari bisa memberikan dampak besar. Saya sangat mengapresiasi semangat para siswa,” ujar Anwar Anas.
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat akan digelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Camat, Lurah, dan Kapolsek untuk membahas skenario rekayasa lalu lintas yang memungkinkan diterapkan di kawasan tersebut.
“InsyaAllah, dengan sinergi semua pihak dan partisipasi aktif masyarakat, kita bisa mengurai kemacetan ini secara bertahap. Mohon doa dan dukungan dari seluruh warga Sei Beduk,” tutupnya.