banner 728x90
Batam  

Akses Ibadah Dipagar Pengembang, Ratusan Jemaat Gereja GBKP di Batam Terpaksa ‘Naik Gunung’

Akses Ibadah Dipagar Pengembang, Ratusan Jemaat Gereja di Batam Terpaksa 'Naik Gunung'
Akses Ibadah Dipagar Pengembang, Ratusan Jemaat Gereja di Batam Terpaksa 'Naik Gunung'

Batam, Owntalk.co.id – Ratusan jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Jalan Trans Barelang, Batam, menghadapi kesulitan untuk beribadah setelah akses utama menuju gereja mereka ditutup oleh pengembang. Jemaat kini terpaksa menempuh jalur alternatif yang terjal dan memutar untuk bisa sampai ke rumah ibadah yang telah mereka gunakan selama tiga tahun.

Akses jalan yang sebelumnya telah dicor oleh pihak gereja, kini tidak hanya dipagari oleh PT Renggali, tetapi juga dibongkar dan diputus. Kondisi ini menghalangi sekitar 150 kepala keluarga (KK) jemaat untuk beribadah dengan layak.

Ketua Majelis Gereja GBKP, Elieser Fernando Tarigan, mengungkapkan bahwa gereja tersebut berlokasi di dalam kawasan Perumahan Kota Bunga, sebuah perumahan subsidi yang dikembangkan oleh PT Uway Makmur.

“Kami sudah tiga tahun beribadah di tempat ini dengan sekitar 150 KK jemaat aktif. Kami sangat memohon kepada PT Renggali agar memberikan kembali akses masuk bagi kami untuk beribadah,” ujar Elieser, Jumat (25/7/2025).

Pihak gereja tidak hanya berharap pada PT Renggali. Elieser juga meminta perhatian dari PT Uway Makmur selaku pemilik alokasi lahan untuk memberikan solusi. Pihaknya menyatakan siap berdialog untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Kami juga memohon kepada PT Uway Makmur untuk memberi solusi. Apakah memungkinkan kami membeli lahan tersebut, atau bisa diberikan lahan pengganti di lokasi lain yang masih memiliki akses yang baik,” tambah Elieser.

Ratusan Jemaat Gereja GBKP di Batam Terpaksa

Tanggapan Pengembang dan Pihak yang Belum Bersuara

Saat dikonfirmasi, perwakilan PT Renggali yang bernama Toto, memberikan keterangan melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, masalah akses ini telah dikomunikasikan dan menurutnya tidak ada masalah berarti.

“Terkait jalan masuk ke gereja, awalnya sudah kami komunikasikan dan setiap hari Minggu dibuka. Tidak ada masalah, Bang. Sekarang juga gereja itu sedang dalam proses penyelesaian,” kata Toto.

Pernyataan ini kontras dengan keluhan jemaat yang harus melalui jalan terjal untuk beribadah.

Sementara itu, pihak PT Uway Makmur, yang memegang hak alokasi lahan tempat gereja berdiri, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait sengketa akses yang dikeluhkan oleh jemaat GBKP.

Para jemaat kini terus berharap agar ada solusi konkret dan secepatnya, sehingga kegiatan ibadah mereka dapat kembali berjalan dengan tenang dan tanpa kendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *