Karimun, Owntalk.co.id – Menjamurnya barang ilegal dan Non SNI di Karimun diduga berasal pelabuhan tak resmi. Salahsatunya, Pelabuhan di Kolong menjadi pintu masuk barang-barang itu ke Karimun.
Investigasi Kantor Berita Owntalk, di sekitar pelabuhan tersebut didapati aktivitas sibuk pekerja yang mengangkut produk-produk luar yang berasal dari China. Jumat, (13/1).

Barang-barang tersebut dikemas menggunakan karung goni dan kardus paketan dan diangkat menggunakan mobil box hingga lori.

Salahsatu pekerja di lokasi menyebut dirinya tak mengetahui kepemilikan barang tersebut. “Kami cuma bongkar muat saja,” sebutnya
LPKSM Kepri 1 Jantro Butar – Butar menyebut pengawasan Bea Cukai, Karantina dan Syahbandar atas aktivitas dipelabuhan tersebut sangat minim. Kelonggaran tersebut membuat keleluasaan pemain bekerja melalui pelabuhan tersebut.
Kendati demikian, pihaknya akan menyurati komisi lll DPRD Karimun untuk dapat melakukan sidak.
“Dalam waktu dekat kita akan surati DPRD Karimun,” katanya
Sementara itu, Humas Bea Cukai Batam Arif Ramadhan menyebut bahwa atas barang-barang tersebut kewajiban kepabeanan sudah diselesaikan.
“Barang tersebut sudah diselesaikan untuk kepabeanan,” jelasnya (koko)

