Batam, Owntalk.co.id – Meski ditengah pandemi covid 19 yang sedang ganas-ganasnya di kota Batam, tapi tetap tak menyurutkan kehendak warga untuk melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang. Kamis, (13/5/2021).
Alhasil, Ribuan warga Batam memadati pemakaman Umum tersebut secara bersamaan.
Regar, salahsatu pengurus pemakaman menyebutkan bahwa peristiwa itu biasa terjadi di hari lebaran Idul Fitri.
” Nanti agak sore ini lebih akan ramai lagi bang,” kata dia pada Owntalk.
Pantauan awak media ini, Ribuan orang memadati lokasi pemakaman umum Sei Temiang. Tak tanggung-tanggung, warga juga terlihat berdesakan saat melintas jembatan penyebarangan.
Beberapa polisi terlihat sibuk mensosialisasikan prokes dan meminta pengunjung menjaga jarak dan menggunakan masker. Namun, karena lokasi itu telah ramai, petugas terlihat kewalahan mengingatkan pengunjung untuk menjaga jarak.
Baca Juga :
- Dari Awal Bekerja, Andi Klaim BPJS Kesehatan Baru Dibuat Oktober 2025 oleh PT Ghaniyyah Indoteknik Maritim
- Warga RT 05/RW 17 Telaga Rindu Gelar Bakti Sosial Sambut Ramadhan, Semenisasi Jalan dari Swadaya Masyarakat
- Pererat Silaturahmi Perantau Sulawesi Utara, Kawanua Kepri Siap Gelar Muswil dan Musda Serentak Akhir Maret 2026
Salahsatu pengunjung menyebut kepada Owntalk bahwa mereka tetap melakukan ziarah karena tak ada larangan dari pemerintah. ” Belum ada larangan atau himbauan dari pemerintah kota, jadi tetap ziarah,” kata dia pada Owntalk
Sementara itu, Pengunjung lain menyebutkan bahwa ziarah lebaran di hari pertama adalah tradisi keluarga.
” Kami kan memiliki ikatan bathin dengan alamarhum, tak afdol rasanya kalau sehabis sholat Idul Fitri belum berziarah,” kata pengunjung lainya.
Suasana keramaian tak hanya terjadi di dalam area pemakaman saja. Pantauan Owntalk, Kendaraan peziarah juga menyebabkan arus Lalulintas macet parah. Beberapa Satlantas terlihat berupaya mengurai kemacetan tersebut.
Namun, Berkah berlipat dirasakan oleh para penjual kembang. Kembang dan air yang mereka jual laris manis di beli oleh peziarah. Hingga pukul 15:00 Wib, satu diantara mereka mengaku telah meraup omset hingga Rp 3 juta untuk hari itu saja.
” Ini seperti THR dari peziarah untuk kami yang jualan kembang disini bang,” kata dia dengan tertawa. (Hykal)

