banner 728x90
Batam  

Pasca Insiden di Perairan ASL, PT Pradana Samudra Pastikan Penanganan Kapal Tugboat Berjalan Maksimal

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPRD Batam soal Insiden tenggelamnya Tugboat di perairan Tanjung Uncang

Batam, Owntalk.co.id — DPRD Kota Batam menyoroti kecelakaan kerja tenggelamnya kapal tugboat di perairan kawasan galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar di Kantor DPRD Batam, Kamis (12/3/2026).

Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan mempertanyakan sejumlah aspek keselamatan kerja dan kelayakan kapal milik perusahaan yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia meminta kejelasan mengenai izin berlayar serta kondisi kapal saat beroperasi.

“Kami ingin jelas apakah kapal itu memiliki surat izin berlayar dan apakah kapal tersebut layak jalan. Apakah sudah berkoordinasi dengan KSOP,” kata Aweng dalam rapat tersebut.

Ia menilai kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal tersebut telah beberapa kali terjadi sehingga menjadi perhatian serius terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menurutnya, apabila kecelakaan disebabkan faktor cuaca, seharusnya kondisi tersebut dapat diprediksi lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan.

“Kalau memang karena cuaca, itu bisa diprediksi untuk mencegahnya. Jangan semua dianggap selesai begitu saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, DPRD Batam juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan. Pertama, perusahaan diminta menjelaskan secara terbuka kronologi tenggelamnya kapal agar semua pihak memahami bagaimana peristiwa tersebut terjadi.

Kedua, DPRD ingin memastikan tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, baik korban meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Ketiga, DPRD mendorong agar perusahaan memberikan kompensasi yang layak bagi keluarga korban meninggal dunia serta korban yang mengalami luka.

Selain itu, DPRD juga meminta perusahaan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem keselamatan kerja dan lingkungan (K3LH) di lingkungan perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang baik, adil, dan memberikan kepastian bagi para korban serta keluarga mereka,” ujar Aweng.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau Diky Wijaya mengatakan insiden tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem keselamatan kerja.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan memastikan seluruh biaya pemakaman hingga pemulihan keluarga korban ditanggung oleh perusahaan.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban kecelakaan ini,” ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil sementara, kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh faktor alam.

“Untuk kejadian kali ini murni karena faktor alam,” katanya.

Di sisi lain, manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar mengatakan perusahaan menanggung santunan, asuransi, serta biaya pemakaman seluruh korban.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur.

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami dan kami yang menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi saat arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya berada di dalam kapal.

“Arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar,” katanya.

Sebelumnya, kapal tugboat dilaporkan terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.30 WIB saat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin.

Sementara korban selamat bernama M. Habib Ansyari dan satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, VTS Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *