BATAM, Owntalk.co.id – Komisi IV DPRD Kota Batam mendesak manajemen RS Awal Bros Batuaji dan BPJS Kesehatan untuk segera merampungkan kerja sama layanan medis.
Meski telah beroperasi hampir satu tahun, rumah sakit tersebut hingga kini belum melayani pasien BPJS, yang dinilai menghambat akses kesehatan bagi ribuan warga Batuaji dan Sagulung.
Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, menyatakan bahwa keterlambatan ini menjadi catatan serius.
Pasalnya, cakupan kepesertaan BPJS di Batam telah menyentuh angka 90 persen, sehingga kemitraan dengan fasilitas kesehatan (faskes) besar adalah sebuah keharusan.
“Sebagian besar rumah sakit di Batam sudah mendukung program pemerintah. Kami akan turun langsung menelusuri mengapa RS Awal Bros Batuaji belum juga menjalin kerja sama, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan warga wilayah barat,” ujar Surya, Jumat (27/2/2026).
Senada dengan Surya, Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit sebenarnya telah mengajukan proses kemitraan sejak November 2025. Namun, hingga memasuki Maret 2026, belum ada kepastian hasil verifikasi dari pihak BPJS Kesehatan.
Ketiadaan layanan BPJS di rumah sakit tersebut memaksa warga Batuaji dan Sagulung harus menempuh jarak lebih jauh ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan medis.
Komisi IV berencana memanggil kedua belah pihak dalam waktu dekat untuk mengidentifikasi apakah kendala berada pada aspek administrasi, fasilitas, atau proses birokrasi di BPJS Kesehatan.
“Kami tidak ingin proses ini berlarut-larut. Masyarakat butuh kejelasan agar layanan kesehatan yang dekat dan berkualitas dapat segera dinikmati,” tegas Tumbur.

