banner 728x90

Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Jakarta, Owntalk.co.id — Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet. Kamis (5/2/2026), Prabowo resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara. Eks Deputi Gubernur Bank Indonesia itu menggantikan Thomas Djiwandono.

Pergantian ini bukan tanpa alasan. Juda Agung dan Thomas Djiwandono resmi bertukar posisi, setelah Thomas mendapat penugasan baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Di hadapan Presiden Prabowo, Juda Agung mengucapkan sumpah jabatan dengan penuh khidmat.

“Saya bersumpah setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti kepada bangsa dan negara,” ucap Juda Agung.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja penuh tanggung jawab.

Profil Singkat Juda Agung

Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Ia menyelesaikan pendidikan Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987. Karier akademiknya berlanjut ke Inggris, meraih gelar Master Money, Banking and Finance dari University of Birmingham pada 1995, serta PhD bidang Ekonomi pada 1999.

Sebelum menjadi Wamenkeu, Juda memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan global dan nasional. Ia pernah menjabat Direktur Eksekutif IMF di Washington DC (2017–2019), lalu Asisten Gubernur BI yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial (2020–2022). Juda kemudian diangkat sebagai Deputi Gubernur BI melalui Keppres Nomor 147/P Tahun 2021, dengan masa jabatan hingga 2027.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024, Juda Agung tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp56,08 miliar, yang dilaporkan pada 10 Maret 2025.

Pelantikan ini menandai langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat tim ekonomi nasional, khususnya di sektor fiskal dan keuangan, di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *