“Kami melakukan ini untuk memastikan bahwa infrastruktur yang baru dibangun ini aman dan mampu bertahan lama, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tambah Muhammad Rudi. Kepatuhan terhadap regulasi ini diharapkan bisa memperpanjang usia penggunaan flyover dan meminimalisir kebutuhan perawatan di masa mendatang.
Kehadiran Flyover Laksamana Ladi juga membawa dampak sosial yang signifikan. Selain mengurangi waktu tempuh, infrastruktur ini juga diharapkan dapat mengurangi tingkat stres pengendara yang sering terjebak dalam kemacetan. Ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Batam.
Dengan pengoperasian flyover ini, Batam membuka lembaran baru dalam pengembangan infrastruktur kota yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Proyek ini menandai awal dari serangkaian pembangunan infrastruktur yang direncanakan untuk menjadikan Batam sebagai model kota modern dengan manajemen lalu lintas yang efisien.
Warga Batam menyambut gembira pembukaan Flyover Laksamana Ladi, dengan harapan besar bahwa ini akan menjadi titik balik dalam upaya kota tersebut untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Proyek ini juga diharapkan menjadi inspirasi untuk lebih banyak proyek infrastruktur di masa depan, yang tidak hanya akan mengurangi kepadatan lalu lintas tetapi juga memperkaya kualitas infrastruktur nasional.
