Jakarta, Owntalk.co.id – Selaras dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan yang matang, Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2023.
Hal ini mencerminkan dari perolehan laba bersih konsolidasi pada kuartal I 2023 yang mencapai Rp12,6 triliun, tumbuh menembus 25,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (26/4/2023) menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang fokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pembiayaan.
“Hasilnya, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sampai dengan akhir Maret 2023 berhasil tumbuh 10,04 persen secara year on year (YoY) mencapai Rp 1.908 triliun. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai sebesar 12,36 persen YoY konsolidasi menjadi Rp1,205 triliun,” tegas Darmawan.
Darmawan menilai, peningkatan kredit Bank Mandiri tentunya tidak terlepas dari semakin membaiknya fundamental ekonomi Indonesia yang solid.
“Melalui undang-undang fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai agen pembangunan yang berupaya untuk berkontribusi secara maksimal terhadap perekonomian di Indonesia,” ujar Darmawan.
Fungsi intermediasi yang mengesankan tersebut, lanjut Darmawan, merata di seluruh segmen. Salah satunya antara lain kredit wholesale yang berhasil meningkat 9,09 persen secara YoY pada triwulan I 2023 menjadi Rp 599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92 persen YoY dengan realisasi mencapai Rp327 triliun.
Darmawan menambahkan, dalam mendorong layanan kredit Bank Mandiri tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dan layanan inovasi bagi seluruh nasabah dan pemangku kepentingan untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Upaya tersebut pun berbuah manis, terlihat dari rasio non performing loan (NPL) bank only yang terus terjaga hingga ke level 1,70% per Maret 2023, turun dari 2,74% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di samping itu, Bank Mandiri juga telah membentuk pencadangan yang cukup, pantulan dari coverage ratio yang berada di level 337% secara bank saja.
Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga berhasil menekan biaya kredit atau cost of credit (CoC). Hasilnya, posisi CoC Bank Mandiri telah berada di level terendah sepanjang sejarah yakni 1,00% per akhir Maret 2023 secara bank saja, peningkatan dari posisi setahun sebelumnya yang sempat menyentuh level 1,45%.
“Dalam mendorong layanan kredit, kami tetap fokus pada sektor yang prospektif dan merupakan bisnis turunan dari grosir segmen ekosistem di setiap wilayah. Pencapaian kinerja Bank Mandiri yang solid juga selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ekspansi global,” jelas Darmawan.
Kinerja positif Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah mencapai 24,6% atau naik 241 basis poin (bps) secara YoY. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,40%.