Swiss-Belinn-Promotion
Batam  

Diduga Menjual Material Non SNI, Management PT Sincom Primalindo Angkat Bicara

#image_title

Batam, Owntalk.co.id – Perihal adanya dugaan PT Sincom Primalindo yang menjual Barang material Non SNI. Pihak management melalui kuasa hukumnya Dr. Andris, SH., M.H., Rano Iskandar Sirait, S.H., dan Jecky, S.H., mengajukan Hak jawab kepada Kantor Berita Owntalk.co.id pada, Jumat (02/12/2022).

Pihak kuasa hukum mengajukan hak jawab kepada Kantor Berita Owntalk.co.id yang berjudul “Rugikan Konsumennya, PT Sincom Primalindo Diduga Jual Besi Bangunan Non SNI”. Atas pengajuan hak jawab tersebut, Kantor Berita Owntalk.co.id  memuatnya di halaman ini.

Menanggapi pemberitaan di media yang menginformasikan PT Sincom Primalindo diduga menjual bahan bangunan Non SNI sekalipun judulnya hanya sebatas “dugaan” pihaknya perlu meluruskan pemberitaan tersebut agar tidak terjadi penggiringan opini yang menyesatkan sehingga menimbulkan kerugian materil dan immaterial.

Berikut klarifikasi dan bantahan yang disampaikan:

1. Bahwa klien kami adalah salah satu toko yang bergerak dibidang supply material bahan bangunan dan banyak sekali customer/pelanggan yang melakukan pembelian berbagai macam barang bangunan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

2. Bahwa klien kami dikirimi link berita online dengan judul “Konsumen merasa dirugikan, PT. Sincom Primalindo diduga menjual Besi bangunan Non SNI” tertanggal 30 November 2022, sekalipun judulnya hanya sebatas “dugaan” kami perlu meluruskan pemberitaan tersebut agar tidak terjadi penggiringan opini yang menyesatkan sehingga menimbulkan kerugian materil dan immaterial terhadap klien kami.

3. Bahwa klien kami juga bukan satu-satunya toko yang menjual material dan bahan bangunan di Batam dan semua barang material yang dijual oleh klien kami juga dibeli dari pabrik/distributor dan bukan barang pabrikan sendiri (produksi sendiri), klien kami hanya sebagai penjual (supplier) sehingga mengenai perizinan dan legalitas barang termasuk SNI adalah domain dan kewajiban Pabrik maupun Distributor, sedangkan klien Kami sebagai Toko/Supplier telah memiliki izin usaha lengkap sebagai toko/supplier.

4. Bahwa sebagai toko/supplier yang menjual bahan bangunan klien kami memiliki berbagai latar belakang customer/pelanggan ada yang dari perusahaan asing yang kadang meminta kami untuk menyediakan barang material yang memiliki standart international (ISO) ada juga pelanggan yang meminta barang material yang memiliki Standart Nasional Indonesia (SNI) sehingga sebagai toko kami selalu menjual/mensupplai sesuai dengan kebutuhan pelanggan kami.

5. Bahwa terkait ada konsumen yang berinisial J yang merasa dirugikan sebagaimana dalam pemberitaan tanggal 30 November 2022, klien kami sangat menyayangkan pernyataan “J” di berita online tersebut seharusnya konsumen “J” tersebut memberikan requirement (permintaan) terlebih dahulu spesifikasi (Spek) bahan material yang dibutuhkan, apalagi katanya untuk proyek pemerintah yang memerlukan standart khusus yakni SNI, anehnya tidak ada requirement khusus tetapi setelah dibeli menyatakan merasa dirugikan, seharusnya “J” mendatangani klien kami dan menyampaikan bahwa barang yang dibeli tidak sesuai dengan requirement (permintaan) sehingga dapat diganti dengan spesifikasi yang dibutuhkan, bukan langsung membuat pernyataan yang dapat merugikan klien kami. 

6. Bahwa terkait Berita dengan Judul: “Diduga jual besi Non SNI, Ombudsman Kepri Himbau Disperindag Batam sidak PT. Sincom Primalindo.” Tanggal 1 Desember 2022. Sekali lagi meskipun beritanya hanya sebatas diduga, dan Ombudsman Kepri menghimbau Disperindag Batam sidak PT. Sincom Primalindo, sebagai warga yang baik dan pengusaha yang taat azas dan hukum sah-sah saja himbauan tersebut dan menurut kami seharusnya sidak yang dihimbaukan ini dilakukan terhadap semua Toko Bangunan yang ada di Batam yang menjual barang sejenis, sehingga tercipta iklim usaha yang kondusif dan tidak menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat.

Dengan dimuatnya hak jawab ini, Kantor Berita  Owntalk.co.id telah menjalankan tanggungjawab pers sebagaimana diamanahkan pada Pasal 1ayat (11) UU Nomor 40 Tahun 1999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *