LN, Owntalk.co.id – Sedikitnya 351 warga sipil dipastikan tewas dan 707 terluka di Ukraina sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, kata PBB. Namun, PBB yakin angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan sebagian besar kematian warga sipil disebabkan oleh senjata peledak dengan berbagai efek.
Baca juga :
- Tindak Lanjuti Arahan DPP, Waka I DPRD Batam Aweng Kurniawan Gelar Gerakan Indonesia ASRI
- Semarakkan Hari Jadi Kepri Ke-24, DPRD Kepri Salurkan Bantuan Sembako bagi Veteran di Karimun
- Resmi Dilantik, Susanna Pimpin Politeknik ‘Aisyiyah Batam Periode 2026–2030
Blinken mengunjungi perbatasan Ukraina, menjanjikan bantuan untuk pengungsi
Ini termasuk peluncuran dari artileri berat dan beberapa sistem roket, serta rudal dan serangan udara.
“OHCHR meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama di daerah yang dikuasai pemerintah, terutama dalam beberapa hari terakhir, karena keterlambatan menerima informasi dari beberapa tempat di mana permusuhan hebat telah terjadi, dan banyak laporan masih menunggu konfirmasi,” katanya.

