Meresa Ditipu, Belasan Mahasiswa Minta Pihak Yayasan Tadika Puri Tepati Janjinya

  • Bagikan

Batam, Owntalk.co.id – Belasan mahasiswa dan wali murid menyambangi kantor lembaga pendidikan Tadika Puri. Mereka meminta yayasan tersebut mengembalikan dana pembayaran yang telah dikeluarkan untuk mengikuti pembelajaran. Karena mereka menilai pihaknya tertipu oleh lembaga tersebut saat awal pendaftaran, Kamis (01/07/2021).

Pihak Yayasan Tadika Puri yang beralamat di ruko Bintang Raya simpang bundaran Madani Batam Center. Dinilai tidak memenuhi janjinya saat awal pendaftaran untuk memberikan metode pembelajaran secara singkat selama 6 bulan dan dapat bekerja menjadi staff bandara.

Salah seorang mahasiswa Tadika Puri Firdaus Sitanggang (21), mengatakan, pihaknya merasa ditipu, pasalnya, apa yang sudah dijanjikan kepada mereka saat mendaftar awal ikut pendidikan sebelumnya tidak sesuai. Padahal sudah membayaran uang pendidikan hingga belasan juta.

“Kami ikut pendidikan di Tadika Puri ini berawal dari informasi di medsos, bahwa dibutuhkan 15 orang untuk kerja di staf bandara,” ungkapnya.

Lanjut Firdaus, saat interview dia disuruh bayar Rp200 ribu dan dijanjikan setelah melaksanakan pendidikan teori selama 4 bulan dan magang 2 bulan di bandara akan langsung dimasukan kerja. Dengan ada janji itulah makanya dia mau ikut dan rela membayar uang sebanyak 15 juta. Bahkan ada yang dari luar Batam yang ikut, karena dijanjikan akan ada pekerjaan.

“Uang sudah kami bayar, kalau saya sendiri sudah bayar Rp13 juta. Pendidikannya muluk-muluk, kadang dalam satu minggu itu hanya masuk 1 kali saja. Janji awalnya materi itu hanya 4 bulan saja, tapi ini sudah 8 bulan belum juga selesai,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, saat ini dia sudah merasa ditipu dan dia minta agar manajemen PT Tadika Puri cabang Batam untuk mengembalikan semua uang yang sudah dibayarkannya.

“Saat ini ekonomi susah dan kami tidak mau lagi lanjut dengan janji-jani mereka. Karena kejelasan kedepannya tidak akan ada lagi, sebab dari informasi kakak senior mereka juga terlantar dan tidak ada kejelasannya. Angkatan kami ini ada 10 orang,” paparnya.

Hal senada disampaikan Raudah Simanjuntak (20) warga Seraya Atas, sebab dia menuntut PT Tadika Puri itu adalah karena dia sudah merasa ditipu dan waktunya sudah habis sia-sia. Setelah membayar Rp15 juta jangankan pekerjaan yang dapat, materi pendidikannya saja tidak juga selesai sampai saat ini.

“Banyak kejanggalan-kejanggalan di perusahaan ini. Saya sudah lunas bayar Rp15 juta, tapi pembelajaran tidak jelas. Kami awalnya dijanjikan pendidikan hanya 4 bulan saja, 2 bulan pendidikan tapi ini sudah 8 bulan tidak ada juga kejelasannya,”ungkapnya.

Sementara itu, Pjs brand manager Tadika Puri Cabang Batam, Supriadi mengatakan lembaga Tadika Puri adalah lembaga pelatihan calon staf bandara, calon pramugari dan calon pramugra. Yang menjanjikan adanya pekerjaan setelah mengikuti pelatihan itu adalah dua orang oknum berinisial R dan D. Saat ini dia sudah tidak ada lagi di Tadika Puri.

“Mereka sudah tidak disini lagi, namun kami sudah membentuk tim untuk mencarinya dengan tujuan agar bisa menyelesaikan permasalahan ini. Tim yang dibentuk itu langsung dari Jakarta, karena permasalahan ini berawal dari mereka berdua,” Tutupnya. (Haykal)

  • Bagikan