banner 728x90

IMA Chapter Webinar Series: Meningkatkan Daya Saing UKM di 2021

Meningkatkan daya saing UMKM :Menteri Koperasi dan UKM Drs. Teten Masduki (kiri) membuka IMA Chapter Webinar Series yang diselengggarakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA).
Meningkatkan daya saing UMKM :Menteri Koperasi dan UKM Drs. Teten Masduki (kiri) membuka IMA Chapter Webinar Series yang diselengggarakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA).

Lebih lanjut, Teten menjelaskan, saat ini sudah ada 12 juta UKM yang telah masuk ke platform marketplace online. Pemerintah menargetkan tahun ini terdapat 30 juta UKM yang masuk ke ranah online dan dapat melakukan ekspor melalui platform digital.

“Di tengah pandemi COVID-19, pemasaran UKM tidak dapat dipisahkan dari digitalisasi. Untuk itu, kami mengajak IMA untuk bersinergi bersama pemerintah dalam mendukung UKM naik kelas dan mendorong para pelaku UKM dapat menguasai pasar e-commerce dalam negeri,” ujar Teten.

Salah satu usaha pemerintah dalam merealisasikan target 30 juta UKM masuk pasar online adalah dengan mendirikan PaDI UMKM atau Pasar Digital Pengadaan Barang dan Jasa yang diinisiasikan oleh Kementerian BUMN.

Sementara itu, Hermawan Kartajaya selaku Honorary Founding Chairman IMA mengatakan, pelaku usaha juga harus memiliki jiwa kewirausahaan, di mana mereka harus dapat melihat kesempatan (opportunity seeker), berani ambil risiko (risk taker), dan juga dapat berkolaborasi dengan orang lain (collaboration).

“Selain itu, UKM juga harus meningkatkan diferensiasi. jika UKM memiliki cirinya tersendiri, mereka akan terlindungi dari predator pricing. Itu-lah marketing, pelaku UKM tidak perlu menjadi lebih baik, tapi cukup lebih berbeda dari kompetitornya,” ujar Hermawan.

UKM adalahfondasiekonomi Indonesia. MenurutBadanPusatStatistik (BPS) jumlah Usaha Mikro Kecil danMenengah (UMKM) mencapai 64 juta. Angkatersebutmencapai 99,9%darikeseluruhanusaha yang beroperasi di Indonesia. Dengan dayaseraptenagakerjamencapaisebanyak 117 jutapekerjaatau 97% daridayaseraptenagakerjaduniausaha, menjadikanUKM memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia.

Dengan banyaknya jumlah UKM, maka dibutuhkan ide yang inovatif dan kreatif dengan menerapkan konsep pemasaran dari setiap pelaku UKM, agar memiliki daya saing yang sehat sehingga dapat mendorong pertumbuhan UKM dan daya beli masyarakat.

Dalam opening speechnya, President IMA Suparno Djasmin mengatakan : “Webinar ini adalah upaya kongkrit IMA untuk tetap aktif dalam berkontribusi bagi Indonesia yang lebih baik, terutam adalam mendukung UKM pada momentum recovery dari Covid-19 ini untuk beradaptasi, siap bersaing dan juga mengawal fokus IMA, antara lain Mengembangkan organisasi agar IMA semakin dikenal, aktif dan inklusif, meningkatkan jumlah sertifikasi Certified Professional Marketer agar kualitas dan image IMA semakin baik, serta membangun partnership dan komunikasi secara aktif dengan beragam elemen, yaitu: Government, Entrepreneur, Professional dan Akademisi.”

Pilar IMA dan Konsep Pemasaran UKM

Pada kesempatan yang sama juga, Suparno meyakini konsep 4 C (Change, Customer, Competitor, Company) yang diajarkan oleh Hermawan Kartajaya selaku Honorary Founding Chairman of IMA dapat diterapkan di seluruh pilar IMA, antara lain:

1.  Change

Pandemi ini memaksa setiap individu untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi. UMKM perlu masuk ke ekosistem digital dengan memasarkan produknya di platform digital sepertie-commerce. Dari 64 juta UMKM yang ada, ternyata 19 % atau 12 juta UMKM yang telah ada dalam platform digital menurut Kementerian UKM di tahun 2021.

2.  Customer

Pandemi juga telah merubah perilaku konsumen yang dulunya offline, kini semua serba online. Konsumen lebih memilih berbelanja online karena dianggap mengurangi risiko penularan virus, dan dinilai lebih efisien serta cepat.

3.  Competitor

Dengan perkembangan teknologi ini dan perbaikan logistic dan kemajuan e-dagang, competitor kini tidak hanya dari domestik, namun dari luar negeri yang sangat ingin memenangkan persaingan di pasar Indonesia. Kondisi ini lah yang menuntut individu untuk dapat mengembangkan merek dan legalitas usahanya agar membedakan kita dengan pemain dari luar dan baru, serta menghindari pelaku usaha terjebak dalam “price-war

4.  Company

UKM perlu Go Digital dan adanya perbaikan sumber daya manusia

Dalam webinar ini juga dihadirkan 2 insan muda yang ikut memberikan ilmu , yaitu Didik B. Santoso sebagai Direktur Utama PT Metranet dan Hendy Setiono sebagai Founder and Group Chief Executive Officer (CEO) of Baba Rafi Enterprise.

Dalam materinya, Didik membahas terkait penggunaan platform digital untuk UKM, di mana PT Metranet bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan PaDi UMKM. RKB digunakan sebagai pusat data dan informasi serta pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UKM. Sedangkan dalam PaDi UMKM, Didik berharap bila PaDi dikoneksikan dengan pengadaan dan laman UKM, maka akan semakin memperluas ekosistem bagi UMKM.

Baca Halaman Selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *