Pemerintah Gesa Desa Wisata Jadi Pengungkit Ekonomi

Desa Wisata

Dan, terakhir berupa program vaksinasi bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, yang saat ini masih berjalan. Program vaksinasi ini nantinya akan diperluas di berbagai destinasi di Indonesia dan dilakukan secara bertahap.

Nah, saya tidak ingin larut membahas keenam program strategis Kemenparekraf tersebut. Kali ini, saya hanya ingin membahas soal pengembangan desa wisata.  “Kita harapkan desa wisata ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, pengembangan desa wisata menekankan aspek berkelanjutan,” kata Sandiaga.

Apa sebenarnya program pengembangan desa wisata itu? Program desa wisata merupakan terobosan untuk pengembangan ekonomi baru bagi desa-desa di Indonesia, sehingga masyarakat desa setempat bisa mengoptimalkan potensi wisata wilayah setempat, selain tentunya ekonominya juga terangkat.

Banyak manfaat dari program pengembangan desa wisata. Melalui model pengembangan desa wisata, kesejahteraan masyarakat di desa diharapkan meningkat, urbanisasi (perpindahan orang desa ke kota) juga bisa ditekan.

Program Prioritas

Memasuki 2021, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (kemenparekraf) pun punya program menggenjot program pengembangan desa wisata menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Dalam konteks global, tren ini sudah berlangsung lama dan berkembang di dunia, terutama di negara-negara yang sudah berkembang sektor pariwisatanya. Dalam tataran lokal, juga menstimulasi bangkitnya ekonomi masyarakat berbasis dari desa.

Itulah sebabnya sejak memegang kendali Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif awal tahun ini, Sandiaga Uno pun bergerak cepat termasuk mulai menggarap program desa wisata. Sejauh ini ada 244 desa wisata yang terus didorong pengembangannya. “Ibaratnya dari startup hingga menjadi unicorn,” tutur Sandi.

Hingga 2024, Kemenparekraf menargetkan 244 desa wisata sudah tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri. Upaya ini patut didukung. Masalahnya di beberapa daerah tidak mudah menghadirkan persepsi pariwisata di tengah masyarakat setempat dengan kearifan lokalnya.

Baca Halaman Selanjutnya ….

Exit mobile version