Menurut Asian pengoperasian truk galian tanah tidak melihat waktu. Dirinya meminta Pemerintah setempat yakni lurah dan camat tegas dalam mengatur jadwal operasi.
“Paling tidak mereka kerja dari malam hari sampai pagi. Kalau bisa, setiap truk yang baru keluar dari proyek dibersihkan dulu supaya tanah merah tidak tercecer dari roda maupun badan truk,” ujar dia
Secara terpisah lurah Tanjung Piayu, Syaiful Bahri menyebut telah merespon keluhan warga.
“Kami dari pihak Lurah Tanjung Piayu sudah merespon persoalan tanah yang berjatuan di jalan, dan debu yang berterbangan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyebut, Mengenai keluhan yang disampaikan oleh masyarakat itu biasa, yang penting adalah tindakannya.
“Soal keluhan itu biasa, kita kan alam demokratis, alam kebebasan, itu biasa. Semua orang bisa mengungkapkan, sekarang tergantung kita menyikapi keluhan,” tutupnya. (unyil)

